Petani Lokal Harapkan Perhatian Pemerintah atas Olah Lahan

  • Bagikan
Kawasan lahan pertanian di rei 1 dan 2 yang selama ini tergarap secara manual dengan sistem bagi hasil, petani disini berharap pemerintah bisa hadir dalam pembinaan petani. Foto : Aditya

SK NEWS, Kahayan Hilir – Ibu Sati bukanlah petani satu – satunya di kawasan lahan pertanian rei 1 dan 2 namun petani yang ada merupakan para petani padi tahunan yang secara mandiri menggarap sawah miliknya dengan pola tanam 1 tahun sekali.

Tak sedikit petani dikota ini mempunyai lahan sendiri, masih banyak petani yang sudah lama menggarap lahan pertanian namun masih kondisi pinjam lahan milik orang lain atas bagi hasil sehingga hasil yang didapat tak menjadi penghasilan ekonomi namun hanya sebatas dikonsumsi sendiri bersama keluarga.

Ibu Sati menuturkan bahwa selama olah lahan tak ada pembinaan dari dinas terkait termasuk peralatan yang dibutuhkan juga tak kunjung tiba walau pernah pada saat dahulu dirinya mengajukan permintaan peralatan pertanian ke dinas Pertanian namun hasilnya hingga kini belum ada.

Ibu Sati dan kawan – kawan melakukan sistem tanam padi secara manual dilahan terbatas miliknya  namun petani lainnya juga banyak yang memanfaatkan lahan kosong milik orang lain yang tidak dimanfaatkan.

“ Kalau saya sudah puluhan tahun bertani disini, tanah kami milik orang tua dahulu dan sistem tanam kami adalah 1 tahun sekali sedangkan hasilnya hanya kami makan sendiri, terkait bantuan pertanian pernah pupuk dan untuk alat juga pernah kami ajukan permintaan namun tak kunjung datang juga jadi kami tetap semangat melakukan olah lahan secara mandiri,” ucap Ibu Sati.

Harapan kita petani disini di tengok oleh dinas terkait agar kami mendapatkan arahan dan pembinaan syukur jika mendapat bantuan, demikian Harapan Ibu sati dan petani lainnya dikawasan rei 1 dan 2 untuk terus berkarya menjadikan lahan kota menjadi lahan fungsi dan bermanfaat untuk ekonomi masyarakat.*.*

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!