oleh

Pesan Khusus dan Target Presiden RI untuk Kalteng dalam Food Estate

-Handep Hapakat-1.686 views

SK NEWS – PULANG PISAU  : Dalam rangka kesiapan Indonesia mengatasi  Krisis Pangan Nasional  Presiden Joko Widodo secara khusus mengunjungi lokasi food estate yang  ada di 2 wilayah Kalimantan  Tengah yakni di Kabupaten Pulang Pisau dan Kuala Kapuas.

Kedatangan presiden tersebut didampingi menteri Pertahanan, Menteri PUPR dan Menteri Pertanian RI  sebab menurut Jokowi mereka lah yang menjadi leading sektor pelaksaan food estate  yang realisasinya akan dituntaskan dalam waktu 2 tahun ini.

Presiden saat di Pulang Pisau menyempatkan diri di beberapa titik persawahan sehingga dirinya melihat langsung kondisi pertanian yang ada di lokasi wilayah kecamatan Maliku dan Pandih Batu.

Dalam keterangan  PERS  presiden mengugkapkan bahwa kunjungan kerjanya ke Kalimantan Tengah tidak lain dalam rangka kesiapan khusus terkait dengan lumbung pangan nasional dan dalam 2 pekan terakhir pekerjaan telah di mulai dari saluran irigasi dimana tahun ini 30 ribu hektar lahan akan di normalisasi  dan tahun berikutnya maksimal 2 tahun akan ditambah lagi 148 ribu hektar di dua wilayah Pulang Pisau Kapuas.

Presiden akan menugaskan secara khusus 3 kementerian terkait  tersebut sebagaimana prediksi krisis pangan dunia yang akan terjadi dengan beberapa faktor yakni pandemi covid 19 dan faktor lain terkait iklim yang sulit di prediksi.

‘ Sekarang ini kita mulai menyiapkan cadangan stock pangan nasional yang dikelola oleh sebuah badan yang nantinya badan inilah yang akan merumuskan pola kerjasama dalam penyediaan stock pangan nasional dan secara khusus saya menyerahkan kepada kementerian pertahanan didukung kementerian pertanian dan PUPR serta di perkuat oleh gubernur dan bupati,’ kata Jokowi dalam keterangan pers nya.

Dengan rencana tersebut menurut presiden Kalteng inilah yang akan mensuplay jika ada kekurangan pangan baik barupa beras dan pangan lainnya seperti singkong, jagung, cabe dan semua akan dikelola dengan teknik yang baik jika ada kelebihan produksi maka tidak menutup kemungkinan akan dilakukan ekspor ke Negara lain.

Presiden dan rombongan hanya berkisar 20 menit di area persawahan dan menyempatkan berbincang dengan beberapa petani yang disiapkan khusus berada disekitar lokasi sementara tidak banyak yang diperkenankan untuk berada di sekitar lokasi dan presiden hanya di damping 3 menteri, gubernur dan bupati Pulang Pisau. [rt/red]

Komentar

SK News Update