oleh

Satu Juta Ekor Ikan Papuyu di Sebar di Kawasan Food Estate Pulang Pisau

Dengan penebaran bibit ikan tersebut mampu menambah jumlah populasi ikan air tawar di wilayah Food Estate sehingga diharapkan masyarakat semaksimal mungkin mendorong keberadaan ekosistem ikan air tawar di wilayah food estate untuk dikonsumsi dengan cara menangkap sistem ramah lingkungan

 

Suarakahayannews, PULANG PISAU – Menggerakkan dan meningkatkan ekonomi masyarakat melalui program ketahanan pangan nasional adalah tugas Bersama dari seluruh komponen kementerian terkait, tidak saja bicara kementerian pertanian yang identik dengan pengembangan padi namun food estate dijabarkan oleh pemerintah adalah ketahanan pangan secara menyeluruh.

Sejak dicanangkannya lokasi food estate di wilayah Kalimantan Tengah oleh Presiden RI, Ir. Joko Widodo yakni kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas tentu kedua wilayah ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang besar untuk penopang ekonomi nasional dengan SDM yang handal dalam upaya peningkatan hasil produksi.

Beberapa Kementerian telah hadir memberikan kontribusi dalam mensukseskan program andalan Jokowi tersebut, mulai dari upaya peningkatan hasil panen padi, padat karya dari kementerian Lingkungan Hidup hingga kehadiran Kementarian Kelautan dan Perikanan yang kesemuanya dalam rangka mendorong keberhasilan program food estate.

Belum lama ini melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya ( DJPB ) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan meluncurkan program Restocking dengan Penebaran 1 juta ekor benih ikan Papuyu di Kawasan Food Estate desa Belanti Siam – Kecamatan Pandih Batu – Pulang Pisau Kalimantan Tengah yang dilakukan oleh Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Mandiangin ( BPBAT Mandiangin ) Banjarbaru – Kalimantan Selatan.

Menurut Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Mandiangin, Andy Artha Donny Oktopura bahwa program ini dimaksudkan sebagai upaya mempertahankan ekosistem populasi ikan jenis air tawar dimana ikan jenis Papuyu ini adalah salah satu jenis ikan yang cocok di Kawasan tersebut.

Donny berharap dengan penebaran bibit ikan tersebut mampu menambah jumlah populasi ikan air tawar di wilayah Food Estate sehingga diharapkan masyarakat semaksimal mungkin mendorong keberadaan ekosistem ikan air tawar di wilayah food estate untuk dikonsumsi dengan cara menangkap sistem ramah lingkungan.

“ Kegiatan ini kami maksudkan dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat sebagaimana ikan jenis Papuyu telah dilakukan survey terlebih dahulu dan hasilnya sangat cocok untuk dikembangkan dikawasan ini dalam rangka menjaga populasi keanekaragaman hayati dan hendaknya nantinya dapat dijaga, dipantau dan dipelihara oleh masyarakat dengan cara dimanfaatkan hanya melalui cara tangkap yang tidak melanggar aturan pemerintah seperti stroom dan sejenisnya,” kata Donny.

Kegiatan penebaran ditandai secara bersama oleh kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalteng, Darliansyah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pulang Pisau, Ridwan Syahrani, Dandim 1011/Kuala Kapuas yang diwakili Pabung Pulang Pisau, Camat Pandih Batu, Sarjanadi, serta Perangkat Desa dan masyarakat setempat dengan lokasi di saung food estate Desa Belanti Siam.

Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah, Darliasyah berharap program yang dilakukan kementerian Keluatan dan Perikanan melalui Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Mandiangin tersebut mampu memberikan nilai tersendiri bagi masyarakat dalam mensukseskan program ketahanan pangan nasional apalagi menurutnya penebaran ikan jenis Papuyu sangat cocok untuk jenis air di Kawasan food estate tersebut sebagai penyeimbang populasi ikan tawar yang ada saat ini.

“ Yang jelas kami sangat menyambut baik kegiatan ini yang merupakan bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional di Indonesia khususnya dari wilayah Kalimantan Tengah dan dalam kesempatan berikutnya tentu akan banyak lagi program yang diluncurkan Kementerian ini termasuk upaya mewujudkan pabrik pakan ikan lokal dan upaya ini membutuhkan daya dukung semua pihak tentunya,” kata darliansyah, Kamis, ( 17/12/2020 ). / ( adv.sr – red )

Komentar

SK News Update