Makna Membangun Rumah Tangga di Zaman Now

  • Bagikan

Karya ini ditulis dengan melihat fenomena perkembangan anak di sekitar kita, dimana saat mereka berani memutuskan sebuah hubungan ke jenjang pernikahan maka yang harus terpikirkan adalah makna sebuah arti Rumah Tangga.

Jika kita melihat dari kata Rumah Tangga tentu tidak lain adalah membangun upaya kemandirian, kesiapan serta kematangan dalam sebuah hubungan dan kehidupan yang memasuki dunia baru.

Perkembangan anak di zaman now sering kita artikan dalam kehidupan sehari – hari adalah anak dengan gaya hidup dizaman sekarang ini, gadget mungkin menjadi salah satu faktor yang saling mempengaruhi.

Lalu berkait dengan tumbuh kembang anak bagaimana? Mari kita sedikit mengupasnya.

Seorang anak yang di asuh dengan pola hidup kedua orang tua atau lingkungan sekitar kerap menjadi tolok ukur bagaimana mereka dapat tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang tangguh, tentu kata tangguh bisa dikategorikan dengan istilah mandiri, kuat memikul beban serta pandai mensiati hidup baik dalam keadaan susah dan senang.

Lalu siapa yang musthi terlibat dalam mengawal tumbuh kembang anak, tentu dalam hal ini adalah semua pihak, orang tua, anggota keluarga, lingkungan sekitar dan sekolah tempat mereka menimba ilmu.

Lingkaran ini menjadi penentu bagaimana seorang anak dapat mencapai kata mandiri, arti luas adalah lingkaran yang membuat anak – anak akan tumbuh dewasa siap menjawab tantangan kehidupan termasuk dalam hal ini adalah memulai dengan kata siap membina rumah tangga.

Tak sedikit tatkala anak memutuskan hidup berumah tangga kemudian pasangan tersebut berjalan pada dilema kehidupan, tak siap melihat rangkaian berjalannya waktu suka duka dan ibarat tak siap menelan pahit getirnya hidup dalam kekurangan bahkan tak siap memulai untuk berkata, ” Kita adalah pasangan yang siap meniti rumah tangga dalam pahit dan getirnya hidup “.

Anak yang akan lahir kerap menjadi persoalan baru saat kedua orang tuanya juga sibuk bekerja, gaya hidup kedua orang tuanya saat masih belum menikah juga disematkan pada anak – anak buah hati dari pasangan muda mudi ini dan ironisnya orang tua dari masing – masing pasangan memberikan sarana didik yang tidak mengacu pada kemandirian pasangan.

Jika kita tengok ke depan tentu peran orang tua dari pasangan adalah mengarahkan mereka menjadi pasangan yang mandiri dan tanggguh, siap menjadi pribadi pasangan yang siap lahir batin mengartikan kata rumah tangga.
Tentu, peran orang tetap hadir sebagai pengawal, pemantau, pemerhati serta pengemban misi suksesnya pasangan anak – anaknya.

Betapa kita bisa bangga saat melihat anak – anak kita yang sudah kita nikahkan hidup dalam kemandirian, mereka menjalankan hidup dengan menyesuaikan kemampuan mereka, mulai dari dapur, sumur dan kasur.
Bukannya orang tua bangga tatkala anak yang sudah dinikahkan menjadi pribadi yang tangguh, ini adalah mimpi semua orang tua yang sudah berani mengambil resiko menikahkan anak dan sebaliknya anak berani menerima resiko tatkala berani memutuskan untuk memulai hidup baru dalam berumah tangga.

Orang tua sering kita lihat egois, tak rela melepas anak yang sudah dinikahkan, padahal disatu sisi saat orang tua memasuki usia tua tentu yang paling penting dilihat adalah anak yang kita nikahkan sukses dalam mengarungi rumah tangga.
Untuk itu mulailah dengan mempersiapkan anak – anak kita menjadi mandiri, saat orang tua melihat anaknya sudah dewasa dan menemukan calon pasangan hidup maka segerakan menikahkan, tapi jangan berat untuk melepas agar mereka bisa tumbuh secara mandiri, jangan berat membuat mereka melihat kata rumah tangga dengan segala tantangan yang dihadapi.

Memanjakan anak saat sudah berumah tangga adalah hal yang merugikan bagi para orang tua, lihatlah anak yang kita nikahkan dari jauh akan tetapi pantau kehidupan mereka serta hadirkan menjadi orang tua dalam posisi pengawas.
Benalu akan tumbuh subur dipohon rindang yang banyak makanan disana, sedangkan ketela pohon akan tumbuh walau hidup ditanah gersang.

Hidup adalah tantangan, dan tantangan yang besar adalah menerima hidup apa adanya, kerja keras adalah obat yang paling mujarab.
Selamat menempuh hidup baru wahai anak muda yang hidup di zaman now. •

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!