Mengenal Pelajaran Multimedia, Film dan Vlogger

  • Bagikan
Memproduksi Film Pendek salah satu perusahaan multimedia televisi di Pulang Pisau. Foto diambil saat pengambilan sebuah adegn film pendek tentang destinasi wisata. Foto : Aditia

SKNews, PULANG PISAU – Banyak yang belum bisa membedakan antara multimedia dan vlog, masyarakat awam menyebut keduanya sama sebuah tontonan yang memperlihatkan sebuah cerita melalui media visual tanpa memahami apa perbedaan keduanya.

Dalam ketegori umum bahwa vlog dibuat seseorang dengan flatform media sosial seperti youtube dan media sosial lainnya yang secara umum jika dilakukan dengan konsisten akan membuat sebuah peluang usaha seseorang.

Di era belakangan ini vlog bukan lagi hal yang rahasia dalam dunia bisnis yang dikaitkan dengan dunia online market, justru menjadi pedagang yang tak banyak menyediakan ruang bagi pengunjung vlog menjadi salah satu teknis pasar yang sangat berpeluang kuat di era saat ini.

Patanak multimedia Pulang Pisau yang juga salah satunya menampung hasil karya vlog sejak 3 tahun terakhir banyak memproduksi film – film serta video pendek namun tak sedikit produksi mereka adalah karya vlog pengirimnya kemudian disiarkan dalam bentuk tayangan televisi telesterial wilayah Pulang Pisau dibawah bendera PT. Patanak Multimedia Vision.

VLOG sendiri menurut penelusuran ke redaksi Patanak Multimedia adalah diartikan Video Blog karya seseorang sehingga cara dan tekniknya berbeda dengan produksi film dan lainnya baik dari sisi pengambilan dan hasil gambar.

Sedangkan VLOG disebut sebagai Video Blog  sebuah karya yang ditayangkan melalui web atau sebuah cacatan online, sehingga patut dipahami bahwa VLOGGER bagian dari orang yang memproduksi video blog untuk konsumsi media sosial.

“ Dalam pandangan inilah saya berharap pembaca tau persis bagaimana sistem kerja Vlogger dan Multimedia yang keduanya beda jauh, bahkan tak sedikit yang mempunyai pemahaman sama vlog ya film ya video pendek namun yang harus dibedakan adalah hasil akhir sebuah produksi, apalagi dikaitkan dengan dunia broadcasting maka istilah vlog dan video pendek sangat jauh bedanya,” ucap Saefull.

Diuraikan bahwa didalam dunia jurnalistik erat kaiatannya dengan dunia broadcasting sehingga secara umum dunia broadcasting erat kaitannya dengan dunia televisi sedangkan Vlog hanya diperuntukkan dalam dunia media sosial walau tak menutup kemungkinan Vlog juga bisa tayang di televisi namun secara umum belum masuk ketegori broadcasting.

“ Banyak sudah sekolah yang membuka mata pelajaran tambahan dengan memasukkan pendidikan Multimedia namun tak sedikit yang hanya memberikan pelajaran berkutat pada ilmu Vlogger dan podcast sehingga kelanjutan jika lulusan pendidikan tersebut memilih pendidikan perguruan tinggi maka ilmu yang akan diberikan tidak akan ada korelasinya jika menempuh jalur brodcastting televisi,” sebutnya.

Dunia broadcasting adalah identik dunia pertelevisian sehingga materi yang akan didapat murid adalah bagaimana sistem kerja sebuah stasiun televisi, didalamnya ada ilmu jurnalistik, teknis pengambilan, narator, operator, presenter dan lainnya sehingga ilmu yang didapat akan dapat digunakan jika si murid akan melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi multimedia.

Disini dijelaskan bahwa untuk masuk dan memilih sebuah profesi harus terlebih dahulu didasarkan pada arti dan makna sehingga kompetensi menjadi ukuran utama dalam sebuah pekerjaan, disisi lain kompetensi adalah harga yang harus ditebus dengan mampu memberikan ilmu terapan dengan mengacu pada standart profesi apalagi dikaitkan dengan profesi sebuah karya jurnalistik. *.*

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!