oleh

Jaksa Masuk Sekolah Bentengi Anak Didik Terjerat UU ITE

-Derap Hukum-332 views

SK NEWS, PULANG PISAU – Dilatarbelakangi semakin tingginya pelanggaran hukum dibidang ITE bagi anak usia sekolah direspon oleh kejaksaan Negeri kabupaten Pulang Pisau provinsi Kalimantan Tengah yang salah satunya dengan menggadakan penyuluhan hukum ke sekolah – sekolah, sementara kegiatan tersebut merupakan kegiatan pertama pasca pandemic COVID-19 yang menyebabkan sekolah diliburkan.

Kegiatan itu sendiri dilaksanakan oleh tim Kejaksaan Negeri Pulang Pisau salah satunya mengambil tempat di sekolah SMA Negeri 1 Kahayan Hilir dengan pembicara Hisria Dinata, S.H., M.H. (Kasi Intelijen Kejari Pulang Pisau), Kristalina, S.H. (Kasi PB3R) dan Tory Saputra, S.H. (Kasubsi ekonomi, keuangan dan pengamanan pembangunan strategis) sedangkan jumlah peserta mengacu pada penerapan protocol Kesehatan.

Sedangkan untuk materi yang di sampaikan juga terkait dengan UU ITE dan cara bijak bersosial media agar para siswa siswi terhindar dari jerat hukum sebagaimana Kegiatan Jaksa Masuk Sekolah merupakan kegiatan rutin Bidang Intelijen Kejaksaan yang dilaksanakan untuk mengenalkan lebih dalam pada siswa sekolah, terkait peran fungsi jaksa.

Kegiatan penyuluhan hukum kali ini mengangkat tema terkait dengan bagaimana bersosial media dengan baik dan bijak, mengingat selama ini yang sering terjerat kasus hukum terkait UU ITE adalah siswa sekolah oleh karena itu penyuluhan hukum ini dilakukan untuk mengajarkan siswa bersosial media dengan baik sehingga tidak terjerat kasus hukum dan salah satunya dikarenakan selama ini angka perkara ITE utk anak sekolah diKabupaten Pulang Pisau cukup signifikan, dan yang terakhir adalah penyalahgunaan Instagram dengan konten yang bermuatan kesusilaan dan ditangani oleh Polda Kalteng.

Sedangkan pada masa pandemi kegiatan siswa-siswi hanya dari 1-2 jam dari rumah, selebihnya para siswa-siswi akan lebih banyak menggunakan waktu untuk bersosial media, untuk itu Kejaksaan Negeri Pulang Pisau hadir ditengah-tengah para siswa agar dikemudian hari tidak ada lagi kejadian serupa, sehingga dalam kegiatan ini para narasumber memperingatkan akan ancaman hukuman yang tinggi untuk pelaku tindak pidana ITE, sehingga para siswa-siswi dapat lebih bijak dalam menggunakan sosial media

Dikarenakan perkembangan pandemi COVID-19 yang cukup meningkat tajam, selama beberapa waktu sebelumnya kegiatan Jaksa Masuk Sekolah dilakukan dengan media daring akan tetapi kegiatan di SMA N 1 Kahayan Hilir kali ini dapat dilakukan dengan tatap muka untuk pertama kali setelah berkoordinasi dengan satgas covid dan juga pihak sekolah. Sesuai dengan ketentuan, kegiatan penyuluhan hukum dilakukan selama 3 jam dan sesuai dengan protokol Kesehatan dan tidak lupa selama melaksanakan kegiatan Jaksa Masuk Sekolah, siswa selalu diingatkan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, mencuci tangan, serta menggunakan masker ketika berkegiatan diluar rumah.

Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri Pulang Pisau, Dr. Priyambudi, SH.,MH menyampaikan bahwa Kegiatan ini adalah kegiatan rutin yang dilakukan oleh Bidang Intelijen sebagaimana tugas dan fungsi yang tertera pada Undang-undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan.

“ Kami dalam kegiatan ini adalah melanjutkan kegiatan yang pernah kami lakukan sebelum pandemic covid-19 dan baru pertama kami laksanakan Kembali, harapan kita apa yang menjadi tujuan utama kami adalah bagaimana anak didik memahami betul apa itu istilah bijak bermedia sosial,” kata Priyambudi seraya berpesan bahwa untuk anak usia sekolah dimanapun hendaknya berhati-hati agar tidak sampai terlibat kasus hukum dari kegiatan bermedia sosial. ( suratman/red )

Komentar

SK News Update