dr. Bawa: Peran Bersama Turunkan Angka Stunting

  • Bagikan
Dr. Bawa Budirahardja selaku kepala DP3AKB pulang pisau menyebut bahwa langkah rekonsiliasi merupakan langkah penting dalam menurunkan angka stunting. Foto : Aditya.
SK News, Pulang Pisau – Pemerintah daerah terus berupaya turunkan angka stunting dengan konsep keterlibatan semua komponen terkait, Sekda pulang pisau ambil bagian dengan menjadi ketua percepatan penurunan stunting.

Dari tahun ke tahun angka stunting menjadi momok yang harus diperangi bersama, tidak saja tugas dinas kesehatan atau DP3AKB namun semua pihak wajib untuk turun tangan memberikan arti agar tingginya angka stunting di beberapa wilayah pulang pisau bisa terkendali.

Dengan menggelar kegiatan rekonsiliasi yang dilakukan dinas P3AKB pulang pisau yang melibatkan pihak kecamatan termasuk puskesmas di wilayah tersebut menjadi barometer bahwa bukan saja kecamatan kota yang angka stunting nya tinggi namun secara merata deteksi dini diharapkan akan memperbaiki menuju penurunan angka stunting di pulang pisau.

Sekda pulang pisau, Toni Harisinta diberikan kepercayaan untuk menjadi ketua percepatan penurunan angka stunting diharapkan memberikan pola yang ekslusif dalam rangka melakukan koordinasi dengan semua steakholder untuk bekerjasama.

Dr. Bawa Budirahardja selaku kepala DP3AKB pulang pisau menyebut bahwa langkah rekonsiliasi merupakan langkah penting dalam menurunkan angka stunting.

“ Percepatan penurunan stunting ini sedikit ada peningkatan dengan rencana yang seperti apa, mungkin dengan cara membuat makanannya seperti apa kemudia lintas sektor dari segi sensitif nya, itulah yang nanti kita kemas sesuai dengan lokus masing masing. “ kata dr. Bawa.

Dikatakan pula bahwa angka stunting saat ini yang tertinggi adalah wilayah kecamatan kahayan hilir namun posisi desa selalu berubah dan inilah yang kedepan diyakini akan dapat menjadi barometer dalam penanganan penurunan angka stunting di pulang pisau secara menyeluruh. *.*

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!