oleh

Disnaker Buka Program Magang

-Berita-39 views

PULANG PISAU, SKNEWS – Program pemagangan diharapkan dapat mengurangi jumlah pengangguran di Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) serta meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia (SDM) yang cakap dan unggul serta bisa diterima dalam pasar kerja.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pulpis, Farisco J.S Ibat saat membacakan sambutan dari Kepala Disnakertrans Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Ir. Rivianus Syahril Tarigan pada pembukaan Program Pemagangan Dalam Negeri (PDN) Pulpis di Aula Bappedalitbang, Senin (04/05).

“Pemagangan ini merupakan salah satu strategi kita pemerintah bersama banyak pihak termasuk perusahaan, untuk mengurangi jumlah pengangguran,” ujarnya.

Menurutnya, tingkat pengangguran di Kalteng pada umumnya disebabkan oleh kemampuan dunia usaha dan dunia industri yang menyerap tenaga kerja sangat terbatas, belum sebanding dengan jumlah pengangguran yang ada. Selain itu, pencari kerja (Pencaker) baik lulusan sekolah kejuruan menengah maupun perguruan tinggi belum siap kerja atau siap pakai.

“Pemerintah dengan APBN TA 2020 telah menyiapkan suatu program yakni PDN guna menjawab tantangan dunia usaha dan industri dalam merekrut tenaga kerja. Terutama tenaga kerja yang mempunyai keterampilan tertentu dan kompeten sesuai dengan bidangnya,” tambahnya.

Dirinya juga mengatakan, sangat mengapresiasi program PDN tersebut. Dan untuk Provinsi Kalteng, tahun 2020 ini hanya mendapat kuota sebanyak 300 orang peserta. Untuk kuota Kabupaten Pulpis menyerap sebanyak 30 peserta yang terbagi pada 3 kejuruan.

“Saya harapkan kepada peserta agar betul-betul mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat dan disiplin. Sehingga pada akhirnya saudara-suadara telah siap pakai untuk suatu pekerjaan baik di perusahaan maupun untuk diri sendiri,” katanya.

Pihak perusahaan juga diharapkan agar melaksanakan program ini dengan penuh tanggung jawab, memberikan pelayanan, pembinaan, dan menuntun para peserta agar dapat memahami, menguasai ilmu dan keahlian-keahlian yang diterapkan di perusahaan. Diharapkan pasca-pemagangan ini, peserta mendapat penempatan dan tidak kembali menganggur.

“Kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berkenan menerima dan menjadikan tempat usahanya sebagai lokasi pemagangan, mengingat program ini dapat menguntungkan kedua belah pihak, dimana pihak pelaku usaha dapat terbantu dengan adanya tenaga kerja tanpa memberi upah. Sedangkan bagi peserta, bisa memperoleh kesempatan dalam mengimplentasikan keterampilan yang sudah dibekali sekaligus mempunyai pengalaman bekerja,” tutupnya. yt/red

Komentar

SK News Update