oleh

Gerakan Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan Cegah Penyebaran Covid-19

SK NEWS, PULANG PISAU – Memasuki Minggu ke–2 tertanggal 8 Mei 2021 jumlah terkonfirmasi positif COVID-19 menembus angka 564 orang dengan rincian  selesai isolasi berjumlah 507 orang, sedang dirawat sebanyak 38 orang, meninggal 19 orang dan jumlah tersebut merupakan jumlah akumulasi dari sebaran kasus positif dari 8 kecamatan sehingga upaya yang terus dilakukan tim satgas tidak lain adalah memperketat penerapan peraturan bupati Nomor 20 tahun 2020 tentang penegakan protokol Kesehatan.

 

Peraturan Bupati yang tak lain terkait masalah penegakan operasi yustisi juga terus digelar tim koordinator lapangan yang terdiri dari kepolisian, Satpol PP, TNI dan BPBD sebagai upaya terus menekan tidak meningkatnya angka terkonfirmasi penambahan kasus baru di Bumi Handep Hapakat Pulang Pisau.

Tim satgas yang terus melakukan operasi non yustisi tidak sedikit masyarakat yang dengan terpaksa diberikan hukuman baik sosial maupun denda sehingga upaya tersebut dimaksudkan menjadikan masyarakat benar – benar sadar betapa pentingnya mendukung untuk menerapkan protocol Kesehatan mengingat hingga kini pelaksanaan vaksin juga belum tuntas namun demikian tak menjadikan vaksin kemudian masyarakat tak taat mematuhi protokol Kesehatan.

Ketua Koordinator bidang Kesehatan, Dr. Muliyanto yang tak lain adalah direktur RSUD Pulang Pisau menyebut bahwa pihaknya kini telah memulai untuk melaksanakan vaksin ke tahapan lansia sebab kaum lansia adalah kaum yang rawan terjadi penularan covid-19 dan banyak terjadi kematian tertinggi.

 

“ Kita saat ini mulai memberikan vaksin kepada kaum lansia sebagaimana golongan ini adalah sangat rawan tertular covid-19 dan mengalami resiko kematian tertinggi sehingga jika semua pihak bergerak dilapangan maka angka penyebaran dalam rangka memutusa mata rantai penyebaran covid-19 dapat di tekan,” kata dr. Muliyanto kepada wartawan, Sabtu ( 8/5/2021 ).

 

Berbagai Gerakan pun dilakukan berbagai pihak dengan cara giat melakukan operasi dilapangan, kesedulian pihak lain seperti membagikan masker dijalanan hingga menerapkan aksi menggunakan pengeras suara untuk menyadarkan masyarakat pentingnya menjaga protocol Kesehatan terutama kerap dilakukan oleh jajaran polres Pulang Pisau.

Kini wabah Covid-19 belum usai, masyarakat kini dihadapkan dengan sejumlah agenda penting nasional seperti libur hari Raya Idul Fitri tahun ini namun disisi lain pelarangan mudik telah berlakukan oleh pemerintah dengan tujuan tidak ada klaster baru terkonfirmasi positif dalam jumlah besar – besaran sehingga Gerakan tim pengawassan adalah melakukan penyekatan antar provinsi di Kalimantan Tengah serta pembatasan jumlah pemudik di suatu wilayah.

Seperti yang disampaikan bupati Pulang Pisau, H. Edy Pratowo bahwa pemerintah daerah tidak melarang masyarakat mudik local namun yang paling utama adalah mematuhi protocol Kesehatan, ini menurut bupati yang sangat penting dan kerap dilupakan dengan cara patuh saat petugas berada di sekitar mereka.

 

“ Ini adalah wabah virus yang bisa menular kapan saja dan dimana saja tidak mengenal usia sehingga tolong patuhi protokol Kesehatan dengan tidak harus menunggu petugas dating melakukan operasi yustisi, tapi kesadaran untuk mematuhi adalah menjauhkan dari penambahan kasus barum,” ucap Edy Pratowo, Sabtu, (8/5/2021 ).

 

Bahkan kutif Bupati atas pesan Gubernur Kalimantan Tengah adalah  terapkan kampanye penerapan protocol Kesehatan disemua sector dan kondisi, ini penting menurutnya sebab setiap hari hamper terjadi penambahan positif covid-19 di wilayah Kalimantan Tengah dan hal tersebut disinyalir adanya kejanuhan masyarakat untuk penarapan protocol Kesehatan ditambah bagi yang telah divaksin merasa telah kebal sehingga lebih berani untuk melakukan kontak dekat antar masyarakat yang sama-sama tak menggunakan masker.

Terakhir dipesankan agar semua masyarakat menyadari pentingnya menjaga protocol Kesehatan sebab hanya dengan jalan demikian jumlah terkonfirmasi positif bisa ditekan bahwa dihindarkan sebagaimana harapan semua pihak bahwa Pulang Pisau dan Kalimantan Tengah Kembali pada zona hijau sehingga aktifitas Kembali normal dan kehidupan roda ekonomi pulih Kembali seperti sedia kala dengan istilah new normal.

Pandemi Covid-19 sangat dirasakan dampaknya bagi seluruh komponen anak bangsa mulai dari perputaran roda kehidupan, ekonomi yang menurun serta daya pacu kemajuan yang melambat akibat banyaknya alokasi anggaran guna penanganan covid-19 yang paling utama adalah melawan dengan diri sendiri untuk tidak melakukan hal – hal yang mendekatkan penularan covid-19.

*feature ubahlaku.id – penulis : Suratman Pemimpin Umum – Foto : Operasi non Yustisi tim satgas, Sabtu, 8/5/2021.

#Dilarang Copy Paste Karya Wartawan, gunakan informasi ini sebagai referensi menulis anda. Selamat Berkarya#

Komentar

SK News Update