oleh

Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, ATR-BPN Inventarisasi Penguasaan Lahan di Maliku dan Pandih Batu

-Serba Serbi-858 views

SKNews – Pulang Pisau : Kantor Agraria Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR-BPN) menurunkan tim Invetarisasi Penguasaan Pemilikan Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah (IP4T) ke Kecamatan Pandih Batu dan Maliku guna melakukan pengumpulan data dalam rangka mendukung program nasional lumbung ketahanan pangan atau food estate.

Tim IP4T ATR-BPN ini akan bekerja mengumpulkan data di Kecamatan Pandih Batu dan Maliku yang meliputi 15 Desa dengan luas areal kurang lebih 30 ribu hektar ditargetkan selesai tanggal 6 Agustus mendatang.

Kepala Kantor Agraria Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR-BPN) Kabupaten Pulang Pisau, Iwan Susianto membenarkan, jika Tim IP4T ATR-BPN sudah turun ke lokasi dalam rangka penguatan data.

“Sebelum tim IP4T turun ke lapangan, sejak tanggal 9 sudah dilaksanakan sosialisasi IP4T di tingkat Kabupaten. Sebagai tindak lanjutnya, tim IP4T, yakni Tim Gabungan dari Tim Pertannahan dan Tim Kementrian ATR-BPN Pusat langsung bergerak kelapangan untuk pengumpulan data,” kata Iwan Susianto, belum lama ini.

Dikatakannya, tujuan dari IP4T ini adalah mengumpulkan data, terkait kepemilikan, penguasaan, penggunaan dan pemanfaatan. Yang mana data ini nantinya akan digunakan oleh Kementerian ATR-BPN untuk mengambil langkah lebih lanjut Terkait dengan administrasi pertanahan atau tertib administrasi pertanahan yang ada di lokasi food estate.

Sebagai contoh kata Iwan, kita lihat di lapangan terjadi bidang tanah yang belum diberikan dengan sertifikat hak atas tanah. Bisa saja tindak lanjutnya ditahap berikutnya. Kemudian, pemberian hak atas tanah atau bidang tanah yang ada dilapangan sudah terdapat sertifikat, namun masih dalam format-format lama, sehingga perlu dilakukan peningkatan kualitas data.

“Kegiatan seperti inilah yang akan dilakukan oleh Kementerian ATR-BPN dalam rangka mendukung program food estate di Kabupaten Pulang Pisau yang letaknya di Kecamatan Pandih Batu dan Maliku yang meliputi 15 Desa, dengan luas area kurang lebih 30 ribu hektar, ” pungkasnya. asri/rt/gt/red

Komentar

SK News Update