oleh

Mentan Tanam Padi Perdana, September Presiden RI datang Operasikan Alat yang lebih Modern

-Handep Hapakat-2.296 views

SK NEWS, PULANG PISAU – Tepat dipenghujung bulan Agustus 2020 menteri pertanian RI Syahrul Yasin Limpo berkunjung ke Pulang Pisau tepatnya di desa Tahai Baru kecamatan Maliku untuk melihat langsung hasil olah lahan menggunakan alat modern serta menandai tanam padi perdana di lahan eksisting.

Kunjungan kerja menteri pertanian lengkap dengan beberapa direktur pendukung food estate guna mempersiapkan lokasi tersebut menjadi lokasi ketahanan pangan nasional baik tanaman padi maupun tanaman lainnya seperti jeruk serta tanaman penopang yang disiapkan .

Kedatangan menteri dan rombongan juga didampingi perwakilan pejabat dari provinsi dan kabupaten, TNI POLRI  serta pihak swasta yang nantinya akan terlibat dalam memaksimalkan pelaksanaan program food estate sebagaimana telah dicanangkan presiden RI.

Kepada awak media Yasin Limpo mengatakan bahwa lokasi tanam perdana ini akan memperkuat lokasi-lokasi lain untuk menjadi lahan eksisting yang kini telah mencapai sedikitnya 7ribu hektar dan akan terus dikembangkan untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional.

  • “ Saya berharap lokasi ini nantinya akan menjadi lokasi penguat lahan eksisting dan dalam kurun waktu 2 tahun semua lahan akan menjadi lahan eksisting dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional yang kini telah disiapkan lahan seluar 30 hektar dan tentunya bukan saja padi namun jeruk, kelapa dan tanaman lainnya semua akan kita dorong menggunakan bibit unggul dan peralatan moder,” kata Yasin seraya dirinya optimis petani pada prinsipnya akan siap mendukung program pemerintah pusat ini yang pada waktu dekat juga akan di saksikan langsung oleh presiden RI, Ir. Joko Widodo tepat dilokasi ini.

Yasin menyebutkan bahwa presiden akan di rencanakan datang kembali namun tidak dengan seremonial akan tetapi Presiden terjun lansung dengan menanam serta mengoperasikan peralatan yang lebih modern tanpa sentuh tanah bagi petaninya.

Yasin Limpo juga yakin bahwa dalam kurun 2 tahun ini semua lahan di area 30 hektar sudah menjadi lahan eksisting dan sekaligus meyakinkan bagi pemerintah RI bahwa Kalimantan Tengah memang layak dikembangkan sebagai lokasi ketahanan pangan nasional yang realisasinya akan terus di dorong untuk mewujudkan hal tersebut. ( rt/red )

Komentar

SK News Update