Lembaga Pendidikan Keagamaan Islam Ditawari Pelatihan DEA dan TA

  • Bagikan
Kabid Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam H. Ahmadi . Foto : Fahmi P.

SK News, Palangka Raya – Kementerian Komunikasi dan Informatika menawarkan program digital talent scholarship (DTS). Salah satu sasaran program itu adalah lembaga pendidikan keagamaan Islam, termasuk di wilayah Kalimantan Tengah.

Kakanwil Kemenag H. Noor Fahmi melalui Kabid Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam H. Ahmadi menjelaskan, program DTS digelar di bawah tanggung jawab Balitbang TIK. Bentuknya berupa pelatihan digital entrepreuneurship academy (DEA) dan thematic academy (TA).

“Kegiatan itu diselenggarakan secara daring, dengan sasaran peserta di antaranya dari kalangan pondok pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan Islam lainnya,” kata H. Ahmadi di kantornya, Senin (25/4).

DEA bertema kelas mahir jualan online dan kelas bisnis online, digelar untuk memberikan pemahaman tentang penguasaan media sosial sebagai promosi online dan pelayanan pelanggan. Topiknya meliputi cara menentukan target market di media sosial, cara membuat konten media sosial, copywriting, dan optimasi marketing.

Sedangkan thematic academy bertema pelatihan bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Ditujukan untuk meningkatkan keahlian sumber daya manusia melalui pengembangan ketrampilan dan talenta digital. Hal itu sekaligus untuk mendukung program transformasi digital yang menjadi salah satu prioritas Kementerian Agama.

“Dua program pelatihan itu menjadi sangat relevan dengan upaya Kementerian Agama yang saat ini tengah mendorong lembaga pendidikan keagamaan Islam untuk mengembangkan kewirausahaan, sekaligus upaya digitalisasi pondok pesantren,” beber H. Ahmadi.

Menurut surat Balitbang TIK yang diterima Kanwil Kemenag Kalimantan Tengah, imbuh H. Ahmadi, sasaran peserta sebanyak 4000 orang. Peserta yang berminat dapat mendaftarkan diri mulai 21 April kemarin. Pendaftaran ditutup sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan BPPTIK.

“Surat telah kami layangkan ke Kantor Kemenag kabupaten/kota agar bisa diteruskan dan disosialisasikan ke lembaga pendidikan keagaman Islam di wilayahnya. Diharapkan ada yang mendaftar pelatihan tersebut dari Kalimantan Tengah, karena sangat relevan dan penting,” pungkas H. Ahmadi. *.*

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!