Kalimantan Global Media Konsen Produksi Film Pendek, 6 Judul Film telah Tergarap

  • Bagikan
Proses Pembuatan Film pendek di salah satu lokasi wisata Sahai Tambi Balu, Film ini dibuat dalam bahasa daerah dan diterjemaahkan, selain sebagai dokumenter dinas Budaya Pariwisata versi lain juga bisa di tonton di kanal youtube PATANAK tv. Foto : Aditya / Gerry

SKNews, PULANG PISAU – Sejak didirikan group komunitas pecinta alam khusus melibatkan pemain lokal yang dikunjungi, rumah produksi patanak multimedia terus lakukan langkah produksi film pendek.

Sejak berdiri Desember 2021 lalu rumah multimedia ini telah menyelesaikan sedikitnya 6 film pendek belum lagi film pendek yang telah digarap dibulan mulai Februari 2022 dan menyusul produksi film – film di bulan berikutnya.

Sutradara rumah produksi patanak multimedia, Rahman mengatakan bahwa film pendek tersebut sebenarnya hanya skenario obrolan alami saja layaknya obrolan biasa namun agak sedikit dikemas berbeda sebab dalam prosesnya hanya menggunakan singgel kamera.

” Dialognya layaknya kita bicara biasa tapi saat ada aba – aba cut maka adegan berhenti pada posisi tanpa gerak sehingga dalam proses edditing bisa lebih mudah,, sederhana saja tapi memang kita sesuaikan nuansa kedaerahan tersebut bahkan artornya juga kita latih dari masyarakat lokal di lokasi tersebut ” Kata Rahman.

Ada beberapa film yang diproduksi saat acara pesta pernikahan, proses ini jauh beda dengan dokumenter pada umumnya yakni hanya mengabadikan moment namun patanak multimedia mengambil sisi semi filmnya dengan durasi pendek sekitar 25 menit tapi hasilnya lebih puas nonton.

” Yang sering saya ambil selama ini moment pesta pengantin dan acara keluarga lainnya, saya ambil adegan terindahnya dan bukan keseluruhan sehingga lebih enak ditonton dibanding dokumentasi berjam – jam seperti dalam pesta secara utuh, ” Sebutnya dan itupun berlaku untuk film pendek wisata, potensi daerah dan lainnya semua digarap secara alami melibatkan ar]ktor setempat.

Ditambahkan bahwa ide patanak multimedia juga memproduksi film pendek tersebut hanyalah ide biasa namun tersentuh dengan perjalanan sebuah ide kreatif untuk membuat sebuah lokasi yang awalnya masih belum tergali sehingga patanak multimedia hadir dengan film pendek bersama masyarakat setemoat agar lebih bernuasna alami dan berkesuaian bahasa mereka. *.*

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!