Indeks

BNPB Perkuat Koordinasi Penanganan Karhutla Di Kalimantan Tengah

  • Bagikan
Edy Pratowo wakil gubernur Kalteng saat menyampaikan paparan karhutla di wilayah Pulang Pisau bersama tim BNPB Pusat. Foto : Aditya SK News

SKNEWS, PULANG PISAU – Badan Nasional Penanggulangan Bencana menggelar rapat koordinasi dan evaluasi penanganan kebakaran hutan dan lahan di provinsi Kalimantan Tengah, dengan kabupaten Pulang Pisau sebagai tuan rumah kegiatan, rapat ini bertujuan memperkuat koordinasi dan mengevaluasi langkah penanganan karhutla di wilayah Kalimantan Tengah.

Rapat koordinasi dan evaluasi dilaksanakan untuk membahas perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah, sekaligus memperkuat langkah antisipasi dan penanganan lanjutan melalui koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta unsur terkait.

Rapat koordinasi dan evaluasi tersebut dihadiri wakil gubernur Kalimantan Tengah, sejumlah kepala daerah, serta unsur terkait dalam penanganan karhutla, pertemuan ini menjadi wadah untuk memperkuat sinergi, menyamakan langkah, serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.

Kepala BNPB, letjen TNI Kristomei Sianturi, mengajak seluruh unsur pemerintah dan pihak terkait untuk meningkatkan kerja sama dalam menangani karhutla

Ia menekankan pentingnya keterlibatan bersama agar upaya penanggulangan dapat berjalan optimal dan agar masyarakat tetap dapat beraktivitas dengan aman.

Sementara itu, wakil gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada presiden republik indonesia beserta jajaran pemerintah pusat atas perhatian dan dukungan dalam penanganan karhutla di Kalimantan Tengah

Melalui rapat koordinasi dan evaluasi ini, pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat memperkuat sinergi serta meningkatkan efektivitas penanganan karhutla di Kalimantan Tengah

Dengan koordinasi yang baik dan langkah penanganan yang terarah, risiko meluasnya kebakaran serta dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat diharapkan dapat diminimalkan. *.*

  • Bagikan
error: Content is protected !!
Exit mobile version