Indeks

BNPB Rakor Karhutla, Pulang Pisau dijadikan Tuan Rumah

  • Bagikan
Bupati Pulang Pisau saat menerima tamu diruang kerja dalam agenda rakor karhutla BNBP RI di Kalimantan Tengah, Senin, 19 Oktober 2026. Foto : Aditya SK News

SKNEWS, PULANG PISAU – Badan Nasional Penanggulangan Bancana Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Tengah dengan menjadikan kabupaten Pulang Pisau sebagai tuan rumah.

Meninjau lokasi kebakaran diwilayah desa Gohong Pulang Pisau merupakan agenda BNPB dan BMKG dalam kunjungan kerja yang dilakukan sebelum dilaksanakan rapat koordinasi dan evaluasi penanganan lanjutan bencana alam karhutla di Kalimantan Tengah.

Pada rakor tersebut dihadiri oleh wakil gubernur dan beberapa kepala daerah serta melibatkan tim karhutla didaerah sedangkan Pulang Pisau adalah lokasi kegiatan rakor karhutla.

Usai meninjau lokasi kebakaran rombongan disambut diruang kerja bupati dan jamuan makan siang selepasnya langsung menuju aula rapat banama tingang setda Pulang Pisau.

Wakil gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo dalam sambutannya menyampaikan hal pokok bahwa selama terjadi bencana karhutla pihak terus melakukan upaya kerja lintas sektor sebagaimana pada kemarau panjang elnino dengan karakteristik lahan gambut karhutla merupakan bencana yang menjadi tantangan besar dalam penanganannya.

“ Karakteristik Kalimantan Tengah adalah lahan gambut sehingga memerlukan penanganan serius sedangkan pada bencana karhuta tim kerja juga telah melibatkan lintas sektor tentu hal ini juga menjadi perhatian serius akan penanganan pasca bencana, dampak dan antisipasi berkelanjutan, “ ucap Edy.

Sementara itu kepala BNPB dalam paparan menyampaikan gambaran perkembangan perkembangan penanganan karhutla serta membuat berbagai strategi penanganan berkelanjutan agar karhutla tak menyebar hingga titik titik hutan lindung sedangkan dalam laporan juga disampaikan bahwa Kalteng menjadi daerah penyumbang titik panas nomor 1 di Indonesia yang mencapai 27 persen.

” Dari 38 Provinsi Kalimantan Tengah menyumbang 27 Persen titik panas Nasional No.1 di Indonesia. ” Ucap Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi.

Diperkuat dengan BMKG bahwa dalam laporan bahwa kemarau panjang diperkirakan hujan akan terjadi pada bulan Desember hingga April sehingga kondisi yang terjadi menyebabkan hawa panas yang berlebih sedangkan tantangan pada musim hujan nantinya akan ada curah hujan tinggi yang mengancam terjadinya banjir besar.

Dalam kegiatan rakor juga membuka sesi dialog sedangkan paparan juga disampaikan oleh pejabat yang hadir mulai dari pqnglima TNI, Polda Kalteng dan kepala daerah melalui tim karhutla dengan harapan bahwa karhutla menjadikan gerakan sinergi mengatasi secara bersama.

  • Bagikan
error: Content is protected !!
Exit mobile version