SKNEWS, PULANG PISAU – Derita karhutla semakin melanda hingga tak terbendung rasa luka bagi para memiliknya, lahan sawit siap panen ludes dilahap jago merah.
Bagi warga maliku khususnya pemilik kebun sawit rakyat kebakaran menjadi momok yang menakutkan terbukti, puluhan hektar lahan ludes tak tersisa dikawasan kilometer 18 arah Sebangau Kuala.
Selama 5 hari api meluluh lantahkan kebun mereka, minimnya peralatan dan sumber air membuat api semakin meluas.
Tak ternilai lagi berapa kerugian akibat bencana api yang melanda warga maliku tersebut bahkan para pemilik lahan banyak mengaku pasrah oleh keadaan.
Irfan salah seorang pemilik mengaku puluhan hektar lahan produktifnya habis dimakan api walau sudah mengerahkan segala cara untuk memadamkan.
Bahkan ada pemilik lain yang jatuh sakit bukan karena api tapi rasa pilu akibat lahan sawitnya ludes tak tersisa dan hanya pasrah menunggu hujan turun.
Keprihatinan tersebut membuat bupati pulang pisau, ahmad rifai mendatangi lokasi tersebut dan terlihat area lahan sawit sudah rata tanah tak menyisakan apa apa.
Bupati hanya berpesan kepada warga untuk waspada dan menjaga kebunnya sekuat tenaga, diakui memang berat namun musibah tak diinginkan menimpa sehingga tak bisa lagi disesali.
“ Kepada para warga yang memiliki kebun untuk selalu waspada dan menjaga kebunnya agar tidak terjadi lagi musibah yang sama di lahan perkebunan lain. “ Ucap Rifa’i.
Kedepan masyarakat harus memikirkan bagaimana caranya agar pekebunan menyediakan sumur bor mandiri dan pola pengawasan yang ketat agar tidak ada lagi terulang kejadian serupa
