SKNews, Jakarta – Dalam rangka mewujudkan modernisasi fasilitas kesehatan Kabupaten Seruyan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan melaksanakan seminar workshop “Inovasi Layanan Fasyankes Modern”.
Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda menerangkan, Kabupaten Seruyan saat ini memiliki tantangan dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan, yakni kondisi geografis. Dengan luas wilayah sekitar 16.404 km², fasilitas kesehatan tersebar di berbagai wilayah dengan kondisi dan kapasitas yang beragam, diantaranya 1 RSUD, 12 Puskesmas, serta 141 Pustu dan Poskesdes.
Melalui kesempatan ini, Bupati juga mengintruksikan ketertiban administrasi dan pengelolaan keuangan menjadi bagian penting dalam memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal hingga ke pelosok.
“Pengembangan fasilitas kesehatan modern tidak cukup hanya berorientasi pada kecepatan pelayanan. Ada tiga pilar utama yang harus berjalan beriringan, yakni fondasi hukum dan mitigasi risiko, kepatuhan akuntansi dan audit, serta otonomi BLUD yang akuntabel, katanya, Jumat (4/9/2026).
Selain itu, sejumlah aspek pengelolaan fasilitas kesehatan turut menjadi perhatian, diantaranya rekonsiliasi keuangan antara Dinas Kesehatan dan BLUD Puskesmas, serta peningkatan kompetensi pengelola keuangan melalui pelatihan, pendampingan dan tinjauan laporan keuangan.
Wanda sapaan akrabnya menambahkan, kedepannya sebagai arah penguatan Pemkab Seruyan mendorong empat agenda prioritas, mulai dari satu data keuangan faskes, audit trail digital, policy pack BLUD, serta Early Warning System.
“Hal ini dilakukan untuk mewujudkan fasilitas kesehatan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sehat secara keuangan, sekaligus kuat dalam aspek pemeriksaan dan akuntabilitas,” tambahnya.
Dalam kesempatan ini, Bupati Ahmad Selanorwanda truut menjadi pembicara. Bupati membawakan materi bertajuk “Fondasi Hukum Keuangan Fasilitas Kesehatan: Kepatuhan Akuntansi, Pola Pengelolaan, dan Hakikat Otonomi BLUD”. *.*
