GANDANG BARAT – SKNEWS : Naiknya debit air di desa Gandang Barat kecamatan Maliku kabupaten Pulang Pisau berimbas pada nasib petani di desa tersebut, pasalnya warga yang rata – rata mempunyai mata pencaharian dari hail pertanian kini banyak yang merugi bahkan tidak bisa melaksanakan aktivitas sebagai petani
Naiknya air baik ke lahan pertanian bahkan ke perumahan menyebabkan para petani merugi sebab tanaman
yang masuk pada musim pembuahan kini telah rusak dan mati sehingga para
petanipun merugi hingga puluhan juta rupiah
Dinas pertanian Pulang Pisau pun ikut turun tangan melakukan
identifikasi kerugian dari para petani yang mempunyai lahan olahan mencapai 85
hektar yang terdiri dari 39 hektar sempat panen dan 27 hektar tidak sempat
dipanen akibat banjir meluap.
Menurut kepala dinas pertanian, Slamet Untung Rianto bahwa
kondisi ini telah dilakukan langkah identifikasi sehingga dari luasan tersebut
berhasil dilakukan pendataan dan terdapat 10 hektar lahan yang masuk Asuransi Jasindo
“ Para petani ini sebagian ikut Asuransi Jasindo namun saat ini belum bisa di klaim mengingat proses administrasi belum dapat dilengkapi namun perlahan kita akan bantu mereka dalam proses klaim asuransi tersebut,” Kata Slamet
Ditambahkan dari 10 hektar yang masuk asuransi pihaknya juga
belum dapat mengeklaim sebab untuk klaim asuransi dibutuhkan data lengkap
termasuk visual dari lahan tersebut dan ini yang baru di siapkan dinas agar
petani segera mengajukan permintaan klaim asuransi.
Hal lain menurut
slamet banjir juga berimbas pada petani holtikultura , petani jenis ini juga
mengalami kerugian sehingga pihak dinas akan memfasilitasi data untuk pelaporan
ke pihak BPBD setempat
Banjir di Gandang Barat merupakan banjir tahunan yang kerap melanda
didesa tersebut namun tahun ini banjir termasuk banjir yang paling tinggi dan
berdampak lebih luas sehingga penanganan saluran primer menjadi acuan jika
terjadi banjir tahun berikutnya. Drt/red
